IBADAH

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kebahagiaan dunia dan akhirat adalah dambaan setiap muslim. Manusia tidak akan hidup selamanya di dunia. Ia akan mati dan kehidupan akhirat menanti sebagai pertanggung jawaban atas segala perbuatannya ketika hidup di dunia.

Sebagai seorang muslim, kita harus dapat meraih kebahagiaan di kedua kehidupan tersebut. Untuk meraih keberhasilan di dunia harus dilakukan dengan bekerja keras dan ikhtiar. Sedangkan kebahagiaan kehidupan akhirat diraih dengan cara memperbanyak amalan ibadah kita kepada Allah SWT. Kita tidak boleh mengacuhkan salah satu dari kedua hal tersebut.

Maka dari itu, untuk dapat mencapai kebahagiaan dan keberhasilan baik di dunia dan akhirat, seorang muslim harus betul-betul mau memperdalam dan mengamalkan ajaran-ajaran agamanya. Seorang muslim harus memahami betul bagaimana bersuci, sholat, zakat, puasa dan ibadah-ibadah lain secara benar sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Apa pun profesi / pekerjaan kita, bagaimanapun sibuknya kita dan di mana pun kita berada, kita tidak boleh mengabaikan dan melupakan beribadah kepada Allah.

Oleh karena itu diperlukan pemahaman dan pengetahuan mengenai thaharah dan ibadah kepada Allah khususnya yang akan dibahas pada makalah ini adalah sholat.

Permasalahan

Dari latar belakang di atas, maka penyusun dapat merumuskan masalah :

  1. Apakah pengertian ibadah (sholat) dan thaharah ?

  2. Apa saja macam dan syarat ibadah (sholat) dan thaharah ?

  3. Bagaimana tata cara melaksanakan ibadah (sholat) dan thaharah ?

PEMBAHASAN

IBADAH

A. Pengertian Ibadah

Menurut Prof. TM Hasbi Ashshidieqi, ibadah secara bahasa berarti taat, menurut, mengikut dan sebagainya. Ibadah juga dapat diartikan do’a. Sedangkan secara istilah ibadah berarti meng-Esakan Allah, mentakzimNya dengan sepenuh-penuh takzim serta menghinakan diri kita dan menundukkan jiwa kepadaNya. Menurut Ahli Fiqh, ibadah adalah:

“Apa yang dikerjakan untuk mendapatkan keridlaan Allah dan mengharap pahalaNya di akhirat”.1

B. Hikmah Ibadah

Manusia diciptakan tidak lain untuk menyembah dan beribadah kepada Allah. Hal ini terdapat dalam QS. Adz Dzaariyaat : 56 :

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu”.

Selain itu, ibadah kepada Allah SWT merupakan perwujudan syukur kepadaNya atas segala nikmat dan karuniaNya kepada kita. Kita sebagai manusia telah diciptakan dengan bentuk paling sempurna dan dimuliakan. Sesuai ayat dalam QS. At Tin : 4,

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

Berdasarkan ayat tersebut, sudah sepantasnyalah kita sebagai manusia yang telah diberikan nikmat dan karunia serta kemuliaan oleh Allah, wajib bersyukur yaitu dengan bertaqwa dan beribadah kepada Allah.

Ibadah juga sebagai bekal kehidupan kita di akhirat. Manusia tidak akan hidup di dunia selamanya. Untuk dapat meraih kebahagiaan hidup di akhirat kita harus memperbanyak amalan ibadah kepada Allah SWT. Namun, tentu saja kita tidak boleh melupakan kehidupan dunia. Kita harus bekerja keras untuk meraih keberhasilan hidup di dunia dan juga beribadah untuk kebahagiaan hidup di akhirat.

C. Macam-macam Ibadah

Ibadah dapat digolongkan sebagai berikut2

Ibadah menurut umum dan khususnya dibagi menjadi dua macam :

  1. Ibadah khashah adalah ibadah yang ketentuannya telah ditetapkan oleh nash, seperti sholat, zakat, puasa dan haji.
  2. Ibadah ‘aamah adalah semua pernyataan baik yang dilakukan dengan niat baik dan semata-mata karena Allah, seperti makan, minum, bekerja.dan lain sebagainya.

Ibadah menurut segi pelaksanaannya :

  1. Ibadah jasmaniyah ruhiyah, contohnya shalat dan puasa.

  2. Ibadah ruhiyah dan amaliyah, contohnya zakat.

  3. Ibadah jasmaniyah ruhiyah dan amaliyah, contohnya haji.

Ibadah dari segi kepentingan perseorangan atau masyarakat :

  1. Ibadah fardhu, contohnya shalat dan puasa

  2. Ibadah Ijtima’i, contohnya zakat dan haji

Ibadah dilihat dari segi bentuk dan sifatnya :

  • Ibadah yang berupa perkataan atau ucapan lidah.

Contohnya : membaca doa, membaca Al Qur’an, zikir, membaca tahmid dan mendoakan orang yang bersin.

  • Ibadah yang berupa pekerjaan yang tertentu bentuknya meliputi perkataan dan perbuatan.

Contohnya : sholat, zakat, puasa, haji

  • Ibadah yang berupa perbuatan yang tidak tertentu bentuknya

Contohnya : menolong orang lain, berjihad, membela diri dari gangguan, takhizul janazah.

  • Ibadah yang pelaksanaannya menahan diri

Contohnya : ihram, puasa, i’tikaf.

  • Ibadah yang sifatnya menggugurkan hak

Contohnya : membebaskan hutang, memaafkan utang yang bersalah.

THAHARAH

D. Pengertian Thaharah

Menurut bahasa, thaharah berarti suci dari kotoran-kotoran. Sedangkan menurut istilah thaharah dapat diartikan bersuci dari hadats kecil dengan cara berwudhu serta dari hadats besar dengan cara mandi jinabat, dan juga membersihkan diri dari kotoran serta najis-najis baik yang bisa diindera seperti air kencing, madzi, darah haid, dan darah nifas, maupun yang tidak bisa diindera seperti dosa-dosa yang bersifat batin maupun dosa-dosa yang dilakukan oleh anggota-anggota tubuh.3

Firman Allah :

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”. (QS. Al Baqarah : 222)

Dan jika kamu junub maka mandilah”. (QS. Al Mudatsir : 4)

Hadits Nabi :

Kebersihan adalah sebagian dari iman”.

Dari beberapa dalil di atas, bisa disimpulkan bahwa thaharah (bersuci) itu hukumnya wajib bagi umat Islam.

E. Hikmah Thaharah

Diantara beberapa fungsi bersuci adalah :

  • Membersihkan hati dari penyakit-penyakit hati

Contoh penyakit hati adalah iri, dengki, prasangka buruk, fitnah dan lain sebagainya. Kita harus menjauhi penyakit hati tersebut agar hati senantiasa bersih sehingga ridhla Allah pun dapat diraih.

Sabda Nabi SAW :

Ingatlah, dan sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging yang kalau baik maka semua jasad juga menjadi baik, dan kalau ia rusak, maka semua jasad pun menjadi rusak. Ingat, segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)4

  • Membersihkan anggota tubuh dari kemaksiatan-kemaksiatan

Tubuh seseorang selain berpotensi untuk digunakan melakukan kebajikan juga berpotensi untuk digunakan melakukan kejahatan dan kemaksiatan.5

Kita harus menjaga anggota tubuh kita agar senantiasa melakukan hal-hal yang disukai Allah. Contohnya, anggota tubuh digunakan untuk menunaikan sholat, zakat, puasa, haji membaca Al Qur’an, membantu sesama, bersilaturahmi, dan lain sebagainya. Firman Allah dalam QS. Al Bayyinah : 7,

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk”.

  • Mendekatkan diri kepada Allah dan upaya mencapai keridhaanNya

Islam adalah agama yang menyukai keindahan dan kebersihan. Allah memerintahkan kita untuk selalu menjaga kebersihan baik jasmani maupun rohani. Firman Allah dalam QS. At Taubah : 108,

Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih”.

  • Menjaga dan mempererat hubungan silaturahmi dengan sesama muslim.

Seorang muslim harus selalu tampil suci bersih dan menarik, karena hal itu memiliki nilai ibadah.6 Dengan selalu tampil bersih, seseorang akan disukai oleh orang lain. Orang akan merasa risih dan menjauh bila melihat seseorang yang kotor baik badan maupun pakaiannya. Sehingga dengan membersihkan diri (bersuci) kita menjaga tali silaturahmi dengan orang lain.

F. Macam-macam Pembagian Thaharah

Bersuci dibagi dua yaitu lahir dan batin. Suci batin ialah mensucikan diri dari dosa dan maksiat. Cara mensucikan batin dengan taubat yang sungguh-sungguh dari segala dosa, maksiat, kebencian, takabur, caranya dengan bertindak ikhlas, tawadhu, hanya menghendaki keridhlaan Allah. Sedangkan kebersihan lahir adalah bersih dari kotoran dan dari hadats. Cara menghilangkannya dengan menghilangkan kotoran itu pada tempat ibadah, pakaian yang dipakai, dan pada badan. Kebersihan dari hadats dilakukan dengan mengambil air wudhlu atau mandi.7

G. Macam-macam Najis dan Cara Pensuciannya

1. Zat-zat Najis

Zat-zat najis adalah segala sesuatu yang kotor atau menjijikan menurut agama. Jika terkena suatu benda atau zat najis terutama pada tubuh, pakaian, atau tempat shalat, wajib untuk membasuh dan menyucikannya kembali. Diantara zat-zat yang najis :8

  1. Bangkai yaitu hewan yang mati dengan sendirinya (tidak disembelih menurut peraturan dan persyaratan syariat). Bangkai yang bukan najis antara lain bangkai ikan, belalang dan serangga yang berdarah tidak mengalir, kulit bangkai kecuali kulit anjing dan babi, tulang, tanduk, kuku, rambut dan bulu bangkai, susu.

  2. Darah

Darah yang najis adalah segala macam darah, termasuk nanah.

  1. Daging babi

Semua ulama sepakat bahwa daging babi adalah najis. Demikian pula tentang najisnya binatang babi secara keseluruhan.

  1. Anjing

Menurut Syafi’i, Abu Hanifah, dan Ahmad bin Hanbal, anjing adalah najis berdasarkan hadits “Apabila anjing menjilati bejana (tempat makan minum) salah seorang dari kamu, hendaklah ia membuang isinya dan mencuci bejana itu sebanyak tujuh kali, yang pertama dengan (campuran) tanah.” (HR. Muslim).

  1. Segala cairan yang keluar dari dubur dan qubul

  2. Muntahan

Yaitu makanan atau minuman yang keluar kembali melalui mulut setelah mencapai alat pencernaan dalam perut. Adapun air liur, ingus, dan dahak semuanya tidak najis.

  1. Khamr (minuman keras yang memabukkan).

2. Cara Penyucian Najis9

1. Pakaian atau anggota badan yang terkena najis

Caranya pensuciannya adalah mencuci dengan air bersih sehingga zat najis itu hilang warnanya, baunya dan rasanya.

2. Zat Najis yang tidak tampak

Bila zat najis tidak tampat seperti air kencing yang sudah lama kering, cukup mengalirkan air di atasnya.

3. Bejana yang terkena jilatan anjing

Caranya dengan dibasuh tujuh kali, yang pertama atau salah satunya dicampur dengan tanah.

4. Benda yang tersentuh Babi

Cara pensuciannya dengan membasuhnya satu kali saja dengan air, tanpa tanah.

5. Kencing bayi

Kencing bayi (laki-laki atau perempuan) berusia di bawah dua tahun dan tidak makan makanan selain air susu ibu, cukup diperciki air bersih di atasnya dan sedikit lagi di sekitarnya.

6. Najis yang tidak dikenali tempatnya

Jika seseorang mengetahui adanya najis pada pakaiannya tetapi kini ia tidak tahu lagi di bagian mana najis tersebut, wajib baginya mencuci semuanya, karena hanya dengan begitu ia dapat meyakini kesuciannya.

7. Menggunakan Alat-alat makan-minum orang-orang non muslim

Dirawikan bahwa Abu Tsa’labah Al-Khusyani pernah bertanya “Ya Rasulullah, adakalanya kami berada di negeri Ahl’l Kitab. Bolehkan kami makan dengan menggunakan alat-alat makan minum mereka? jawab Nabi : Jika ada yang lainnya, sebaiknya tidak menggunakan alat-alat mereka. Tetapi jika tidak ada, cucilah kemudian makanlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

H. Pelaksanaan Thaharah

Mensucikan diri dari hadats dapat dilakukan dengan cara wudhlu, tayamum, dan mandi jinabat.

  1. Wudhlu

Menurut bahasa wudhu berarti baik dan bersih. Sedangkan menurut istilah wudhu ialah membasuh muka, dan kedua tangan sampai siku, mengusap sebagian kepala dan membasuh kaki didahului dengan niat dan dilakukan dengan tertib.10

Nabi bersabda :

Allah tidak menerima sholat salah satu di antaramu apabila berhadats, sampai berwudhu.” (HR. Al Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan At Tirmidzi).

Rukun Wudhu diantaranya :

  • Niat

yaitu cetusan hati untuk mengerjakan suatu perbuatan, bergandengan dengan awal perbuatan itu. 11 Hadits Nabi SAW :

Sesungguhnya semua perbuatan itu tergantung niat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Membasuh muka

Yang dimaksud muka adalah daerah yang berada di antara tepi dahi sebelah atas sampai tepi bawah janggut dan dari centil telinga kanan sampai centil telinga kiri.12

Maka basuhlah muka-mukamu”. (QS. Al Maidah : 9)

  1. Membasuh kedua tangan sampai siku
  2. Mengusap sebagian kepala

Yaitu mengusap sebagian kepala dengan tangan yang dibasahi air.13

Hadits Nabi :

Sesungguhnya Nabi berwudhu, maka mengusap ubun-ubunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Membasuh kaki beserta kedua mata kakinya
  2. Tertib

Tertib artinya urut dalam melaksanakan wudhu dari awal sampai akhir.

  • Tayamum

Tayamum dilakukan sebagai pengganti wudhlu apabila tidak ditemukan air atau hal lain yang menghalangi anggota tubuh terkena air seperti luka dan sebagainya.

Cara tayamum dalam hadits Nabi SAW,

Nabi SAW bersabda : Tayamum itu, satu kali tepuk buat muka dan dua tangan”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud).14

  • Mandi jinabat

Mandi adalah meratakan air yang suci pada seluruh badan dengan disertai niat.

Sebab-sebab yang mewajibkan mandi diantaranya15 :

  1. Bersetubuh
  2. Mengeluarkan mani dalam mimpi (ihtilam)
  3. Selesainya haid dan nifas
  4. Orang yang masuk Islam
  5. Orang yang meninggal dunia (dimandikan)..

Tata cara mandi jinabat yang bersumber dari Aisyah, ia berkata, Rasulullah SAW jika mandi jinabat, beliau memulai membasuh kedua tangannya terlebih dahulu. Kemudian setelah berwudhu beliau memasukkan jari-jarinya ke air lalu beliau gunakan untuk menengah-nengahi rambutnya. Kemudian setelah menuangkan air pada kepalanya sebanyak tiga kali dengan tangan, beliau mengguyur sekujur tubuhnya dengan air. (HR. Bukhari dan Muslim)16

Sedangkan untuk pelaksanaan thaharah pada najis yang dapat dilihat mata pada umumnya dibersihkan dengan menggunakan air dengan cara memerciki, membasuh maupun menyiramnya.

SHOLAT

I. Pengertian Sholat

Menurut bahasa ‘sholat’ berarti do’a, seperti dalam firman Allah QS. At Taubah : 103 yang artinya “Dan berdoalah untuk mereka, karena sesungguhnya doamu itu akan menjadi ketentraman jiwa bagi mereka”. Sedangkan menurut istilah, sholat adalah sebuah perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam.17

Dalam istilah ilmu fiqh, sholat adalah bentuk ibadah yang diwujudkan dengan melakukan perbuatan-perbuatan tertentu disertai dengan ucapan-ucapan tertentu dan dengan syarat-syarat tertentu pula.18

J. Hikmah Sholat

Hikmah menjalankan sholat diantaranya19 :

Hati menjadi tenteram, dinyatakan dalam QS. Ar Ra’d : 28

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

  1. Dengan melakukan sholat, kita akan senantiasa ingat kepada Allah. Seperti dinyatakan dalam QS. Thaha : 14

  2. Membentengi diri dari perbuatan keji dan mungkar. Sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al Ankabut : 45,

Sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar”.

Karena hati selalu mengingat Allah, maka bagi orang yang sholat akan senantiasa menjaga perbuatannya. Ia dengan ikhlas menaati perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya.

Hikmah sholat yang lain tentu saja mendapatkan pahala di sisi Allah.

K. Rukun dan Syarat Sholat

Dalam melaksanakan sholat, harus sesuai dengan rukunnya. Rukun sholat yaitu :

  • Niat

Hadits Nabi SAW :

Sesungguhnya semua perbuatan itu tergantung niat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Berdiri bagi yang mampu

Dalam melaksanakan sholat, bagi orang yang mampu berdiri hukumnya wajib berdiri, berdasarkan firman Allah QS. Al Baqarah : 238. Bagi yang tidak mampu berdiri boleh dilakukan menurut kemampuan yang ada padanya.20 Sesuai hadits Nabi SAW,

Sholatlah dengan berdiri, dan jika engkau tidak mampu, maka sholatlah dengan duduk, dan jika engkau tidak mampu, maka sholatlah dengan berbaring.”

(HR Bukhari)

  • Takbiratul Ihram

Yaitu ucapan takbir untuk memulai sholat. Sesuai hadits Nabi SAW,

Jika kamu akan mengerjakan sholat, maka bertakbirlah”.

Hal-hal yang disunahkan ketika takbiratul ihram atau sesudahnya diantaranya21 :

  1. Mengangkat kedua tangan bersamaan dengan takbiratul ihram

  2. Tangan kanan menggenggam pergelangan tangan kiri dan diletakkan di atas dada.

  3. Membaca do’a iftitah
  • Membaca surat Al Fatihah

Dalam hadits riwayat Bukhari dari Abu Qatadah,

Sesungguhnya Nabi SAW membaca fatihatul kitab (Surat Al Fatihah) pada setiap raka’at”. (HR Bukhari dari Abu Qatadah).

Hal-hal yang disunahkan sebelum dan sesudah membaca Al Fatihah22 :

  1. Isti’adzah (membaca ta’awudz)

  2. Mengucapkan “Amiiin” yang artinya “perkenankanlah” setelah membaca surat Al Fatihah.

  3. Setelah mambaca surat Al Fatihah disunahkan membaca suratan.

  • Ruku’ dengan tuma’ninah

Ruku’ dilakukan dengan membungkukkan badan, telapak tangan sampai berada di atas lutut, sehingga dalam keadaan tuma’ninah (berhenti dengan tenang).23

  • I’tidal dengan tuma’ninah

Yaitu bangun dari ruku’

  • Sujud dengan tuma’ninah

Dalam hadits Nabi SAW,

Saya diperintah sujud dengan tujuh anggota yaitu dahi sambil beliau menunjuk kepada hidungnya, kedua (telapak) tangan, kedua lutut dan kedua ujung telapak kaki”. (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas)

  • Duduk antara dua sujud (duduk iftirasy)

Dilakukan dengan melipat kaki kiri ke kanan dan duduk di atas telapak kaki kiri tersebut, sedangkan telapak kaki kanan ditegakkan dan ujung-ujung jari menghadap ke kiblat.24

  1. Duduk tasyahud awal

  2. Duduk tasyahud akhir

  3. Salam

Para ulama sepakat bahwa kewajiban mengucapkan salam, hanya sekali saja. Disunahkan dua kali yaitu sekali sambil menoleh ke kanan dan sekali lagi sambil menoleh ke kiri, sampai kelihatan pipinya oleh orang yang di belakangnya.25

  • Tertib

Yaitu urut dalam mengerjakan sholat dari awal sampai akhir.

Adapun syarat wajib sholat yaitu :

  1. Beragama Islam

  2. Baligh

Sabda Rasulullah SAW,

Ajarilah anak-anakmu tentang sholat tatkala mereka menginjak usia tujuh tahun, dan pukullah mereka tatkala telah menginjak usia sepuluh tahun, tapi belum mau mengerjakannya, dan pisahkanlah mereka dari tempat tidurmu”. (HR Abu Dawud dengan sanad hasan).26

  1. Berakal sehat

  2. Suci dari hadats besar maupun hadats kecil

  3. Suci dari haid dan nifas

  4. Sudah masuk waktu sholat

  5. Menutup aurat

  6. Menghadap kiblat

L. Macam-macam Sholat

Dilihat dari hokum melaksanakannya, sholat dibagi menjadi dua, yaitu sholat fardhu dan sholat sunnah.27

  • Sholat Fardhu

Yaitu sholat yang harus dikerjakan dan tidak boleh ditinggalkan. Artinya jika dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan berdosa. Sholat fardhu dibagi menjadi dua :

1. Sholat fardhu ‘ain

Yaitu sholat yang harus dikerjakan oleh setiap orang. Sholat ini sebanyak lima kali dalam sehari semalam yaitu sholat Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Sedangkan sholat Jum’at hukumnya wajib bagi setiap laki-laki muslim.28

2.  Sholat fardhu kifayah

Yaitu sholat yang diwajibkan kepada sekelompok kaum muslimin, yang apabila telah ada salah seorang atau sebagian dari mereka yang mengerjakan, maka gugurlah kewajiban tersebut dari mereka semua, namun jika tidak ada seorang pun yang mengerjakannya, maka berdosalah mereka semua.

Sholat yang hukumnya fardhu kifayah adalah sholat jenazah. 29

  • Sholat Sunah

Yaitu sholat yang dianjurkan untuk dikerjakan. Artinya jika dikerjakan akan mendapatkan pahala namun tidak berdosa apabila ditinggalkan.

Sholat sunah dibagi dua yaitu :30

1. Sholat Sunah Muakkadah

Yaitu sholat sunah yang selalu dikerjakan atau jarang sekali ditinggalkan oleh Rasulullah SAW, seperti sholat Witir, sholat hari raya, dan lain sebagainya.

2. Sholat Sunah Ghairu Muakkadah

Yaitu sholat sunah yang tidak selalu dikerjakan oleh Rasulullah, seperti sholat Dhuha, dan sholat-sholat rawatib yang tidak muakkadah.

Jika dilihat dari sebab-sebab dilakukan, sholat sunah dibagi menjadi dua :31

1. Sholat sunah yang bersebab

Yaitu sholat sunah yang dilakukan karena ada sebab-sebab tertentu. Contohnya : sholat istisqa (minta hujan) dilakukan karena terjadi kemarau panjang, Sholat kusuf (gerhana) dilakukan karena terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan dan lain sebagainya.

2. Sholat sunah yang tak bersebab

Yaitu sholat sunah yang dilakukan tidak karena ada sebab-sebab tertentu. Contohnya : sholat witir, sholat dhuha dan lain sebagainya.

M. Tata Cara Pelaksanaan Sholat

Berikut ini akan dijelaskan tata cara pelaksanaan sholat menurut rukun sholat yang telah disebutkan di atas. Untuk melaksanakan sholat kita harus memenuhi syarat dan rukunnya sholat. Ketika akan menjalankan sholat fardhu maupun sholat sunah, yakinlah bahwa kita sudah suci, waktu sholat telah tiba, dan sudah menghadap kiblat. Kemudian lakukan hal-hal sebagai berikut32 :

  1. Hadirkan niat sholat dengan segenap hasrat hati bersamaan dengan takbiratul ihram.

  2. Bersamaan dengan niat, ucapkan kalimat takbir Allahu Akbar. Inilah yang disebut takbiratul ihram.

  3. Sambil takbiratul ihram, angkatlah kedua tangan setinggi telinga atau pundak sambil membentangkan seluruh jari-jari tangan menghadap ke arah kiblat.

  4. Letakkan tangan kanan pada lengan kiri, lalu letakkan ke dada atau di bawah dada dan di atas pusar.

  5. Membaca doa iftitah apa saja, yang pendek atau yang panjang.

  6. Sesudah membaca doa iftitah, bacalah ta’awudz setelah itu membaca surat Al Fatihah.

  7. Membaca “amiin” setelah selesai membaca surat Al Fatihah.

  8. Dilanjutkan dengan membaca suratan. Jika menjadi imam, harus memperhatikan keadaan para makmum, sehingga ia tidak perlu membaca surat yang panjang karena di antara makmum ada yang lemah, ada yang sudah terlalu tua, ada yang sedang punya urusan mendesak dan lain sebagainya.

  9. Setelah itu ruku’ dengan didahului mengangkat tangan seperti ketika takbiratul ihram dan membaca takbir. Letakkan telapak tangan pada lutut, tekan. Hamparkan punggung dalam posisi memanjang, posisi kepala diluruskan.

  10. Ketika ruku’ membaca kalimat “Subhana rabbiyal ‘adzim” (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung) atau membaca “Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika Allahummaghfir li“ (Maha Suci Engkau Ya Allah, dan dengan memujiMu Ya Allah, ampunilah aku).

  11. Lakukan I’tidal (bangun dari ruku’) dengan tuma’ninah sambil membaca “sami’allahu liman hamidah” (Semoga Allah berkenan mendengarkan orang yang memujiNya).

  12. Ketika sedang berdiri tegak, membaca “Rabbana wa lakal hamdu” (Ya Tuhan kami, bagiMu lah segala puji).

  13. Kemudian membaca takbir saat turun untuk sujud. Saat bersujud membaca “Subhana rabbiyal a’la (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi).

  14. Kemudian bangun dari sujud, kemudian duduk iftirasy dan berdo’a “Allahumaghfirli, warhamni, wa’afini, wahdini, warzuqni” (Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, selamatkanlah aku, tunjukkanlah aku, dan karuniailah aku) HR Abu Dawud dan At Tirmidzi.

  15. Sujud ke dua seperti sujud yang pertama. Kemudian berdiri untuk raka’at kedua. Pada raka’at yang kedua sama seperti raka’at pertama hanya saja tidak membaca doa iftitah lagi.

  16. Selesai raka’at kedua, duduk tasyahud awal, jika sholat tiga atau empat raka’at. Jika hanya dua raka’at maka disebut tasyahud akhir. Pada duduk tasyahud awal membaca doa tasyahud dan diakhiri dengan sholawat nabi.

  17. Berdiri untuk raka’at tiga, dan seterusnya sampai raka’at keempat.

  18. Setelah rakaa’at keempat, duduk tasyahud akhir. Sesudah membaca tasyahud, membaca sholawat Nabi dengan menggunakan shighat ibrahimiyah.

  19. Kemudian salam dengan menoleh ke arah kanan sehingga pipi bisa dilihat oleh orang yang duduk di sebelah kanan kita sambil mengucap “Assalamu’alaikum warahmatullahi”. Kemudian menoleh ke arah kiri seperti salam pertama tadi.

N. Hal-hal yang Membatalkan Sholat

Sholat akan batal oleh beberapa hal sebagai berikut33 :

  1. Berbicara dalam sholat. Hal ini bisa membatalkan sholat jika dilakukan dengan sengaja, dan tahu hukumnya, serta apa yang ia bicarakan itu tidak demi kemaslahatan atau kepentingan sholat.

  2. Makan dan minum dengan sengaja. Jika dilakukan secara tidak sengaja, maka harus sujud sahwi.

  3. Banyak bergerak selain gerakan sholat.

  4. Meninggalkan salah satu syarat atau salah satu rukun sholat.

  5. Mendahului imam. Sholat makmum menjadi batal karena ia sengaja mendahului imamnya dalam melakukan salah satu rukun sholat.

O. Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa thaharah dan ibadah khususnya sholat itu sangat penting untuk meraih keberhasilan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan bersuci. Oleh sebab itu, kita sebagai umat muslim harus senantiasa menjaga kesucian dan kebersihan baik jasmani maupun rohani.

Selain itu, sholat merupakan amalan yang akan dihisab pertama kali di hari perhitungan nanti. Maka dari itu, kita juga tidak boleh mengabaikan dan melalaikan sholat sebagai rasa syukur kita kepada Allah, Tuhan yang Maha Pencipta.

DAFTAR PUSTAKA

Ayub, Hasan.2005.Fikih Ibadah (diterjemahkan oleh Abdul Rosyad Shiddiq).Jakarta : Pustaka Al-Kautsar

Daradjat, Zakiah.1995. Ilmu Fiqh Jilid I.Yogyakarta : PT Dana Bhakti Wakaf

Al Habsyi, Muhammad Bagir. 2002. Fiqih Praktis. Bandung : Mizan Media Utama

1 Zakiah Daradjat, Ilmu Fiqh Jilid I, (Yogyakarta : PT Dana Bhakti Wakaf, 1995), hal 2-3

2 Ibid, hal 3-4

3 Syekh Hasan Ayub, Fikih Ibadah, (diterjemahkan oleh Abdul Rosyad Shiddiq), (Jakarta : Pustaka Al-Kautsar, 2005), hal 5

4 Ibid, hal 13

5 Ibid, hal 13

6 Ibid, hal 20

7 Zakiah Daradjat, Opcit, hal 10

8 Muhammad Bagir Al-Habsyi, Fiqih Praktis, (Bandung : Mizan Media Utama, 2002), hal 51-55

9 Ibid, hal 56-60

10 Zakiah Daradjat, Opcit, hal 35

11 Ibid, hal 36

12 Ibid, hal 37

13 Ibid, hal 38

14 Ibid, hal 69

15 Ibid, hal 54-57

16 Syekh Hasan Ayub, Opcit, hal 94

17 Ibid, hal 115

18 Zakiah Daradjat, Opcit, hal 71

19 Ibid, hal 72-73

20 Ibid, hal 122

21 Ibid, hal 123-127

22 Ibid, hal 128-131

23 Ibid, hal 135

24 Ibid, hal 145

25 Ibid, hal 153

26 Syekh Hasan Ayub, Opcit, hal 117

27 Zakiah Daradjat, Opcit, hal 75

28 Ibid, hal 76

29 Ibid, hal 76-77

30 Ibid, hal 78

31 Ibid, hal 79

32 Syekh Hasan Ayub, Opcit, hal 213-221

33 Ibid, hal 278-279

Posted on Juli 4, 2009, in Fiqh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: