BAB VI ARTIKEL

Pengertian Artikel

Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dan atau kontroversial dengan tujuan untuk memberitahu (informatif), memengaruhi dan meyakinkan (persuasif argumentatif), atau menhibur khalayak pembaca (reaktif). 1 Disebut lepas, karena siapun boleh menulis artikel dengan topik bebas sesuai dengan minat dan keahliannya masing-masing.

Secara teknik jurnalistik, artikel adalah salah satu bentuk opini yang terdapat dalam surat kabar atau majalah.2 Disebut salah satu, karena masih banyak opini yang lain.

Tahap-tahap penulisan artikel

Sebagai proses kreatif, menulis artikel dibagi kedalam tiga tahap penulisan:

  1. Persiapan penulisan (prewriting)

  2. Pelaksanaan penulisan (writing)

  3. Perbaikan materi tulisan(editing)

1. Persiapan penulisan (prewriting)

Pada tahap ini kita harus mempersiapkan beberapa hal, antara lain:

  • Aspek administratif3

Disini kita menyiapkan hal-hal yang sifatnya administratif, seperti mesin tik atau komputer, tinta, kertas, pensil, stabilo, dan sumber-sumber rujukan yang diperlukan seperti buku, surat kabar, majalah, jurnal, kliping berita, kliping artikel. Semua sumbr rujukan itu diberi tanda agar mempermudah membaca dan untuk mengutif pada saat mengutif.

  • Aspek teknis4

Pastikan peralatan kerja yang kita perukan berfungsi dengan baik.

  • Aspek akademis 5

Buatlah kerangka karangan (aut line) sederhana untuk memudahkan kita menulis sekaligus menghindari tumpang tindih bahasan. Gunakan pola 3P dan rumus ABC.

Setelah membuat kerangka karang kita harus juga mempersiapkan daftar referesi, sumber rujukan.

  • Aspek psikologis6

Menulis adalah kegiatan kreatif yang sangat mengasikan. Jangan menganggap menilis adalah pekerjaan yang memberatkan atau menjengkelkan. Karena itulah buatlah kegiatan menulis menjadi menyenangkan.

2. Pelaksanaan penulisan (writing)

Pada tahap penulisan, kita harus memusatkan penelitian hanya kepada tulisan dan menghindari gangguan yang bisa membatalkan aktifitas kreatif kita.7

Dengan pedoman kerangka karangan yang sudah kita buat disertai daftar referensi yang sudah tersusun diatas meja, maka pekerjaan kita hanya itu: menulis dan terus menulis. Jangan lagi menengok ke kiri dan ke kanan.

3. Perbaikan materi tulisan (editing)

Pada tahap perbaikan materi penulisan, kita harus membaca, memperhatikan, mengoreksi, serta melakukan revisi terhadap bebrapa hal yang menyangkut aspek teknis dan aspek subtansi (materi, ini) tulisan, antara lain meliputi: (a) Judul, (b) Intro, (c) Komposisi, (d) Akurasi dan relevansi data (referensi), (e) Ejaan dan istilah-istilah teknis serta kata serapan yang dipakai, (f) Gramatika, (g) Bobot dan subtansi materi tulisan, dan (h) Asumsi dampak yang diharapkan dari media dan khalayak pembaca.

  • Judul 8

Baca dan periksa kembali judul artikel yang sebelumnya kita beri status “sementara”. Pikirkan dan putuskan apakah judul “sementara” itu akan kita ubah statusnya menjadi judul “permanen”, ataukah harus diotak-atik kembali, diubah atau diganti, sehingga menjadi lebih baik dan memiliki nilai judul tinggi di mata pers dan khalayak pembaca.

  • Intro9

Artikel komsumsi pers yang ditulis oleh para calon penulis atau penulis pemula, kerap melahirkan intro yang berkepanjangan, bertele-tele, berputar-putar, tidak jelas, tidak ringkas, tidak menarik, membosankan, bahkan adakalanya membingungkan.

Into adalah bagian pembuka atau pendahuluan. Pastikan into yang kita tulis sudah memnuhi syarat: ringkas, jelas, menarik, dan tulis dalam bahsa jurnalistik yang baik.

  • Komposisi10

Komposisi berarti susunan. Susunan haruslah beraturan. Artikel yang baik harus tunduk pada hukum komposisi. Sekali keluar dari hukum komposisi, maka artikel artikel yang kita buat ubahnya permainan sirkus. Periksalah, apakah komposisi artikel kita sudah baik.

  • Akurasi dan revalansi data11

Telitilah dalam mengutip nama seseorang, jabatan, pangkat, kedudukan, alamat, angka, tanggal, bulan, tahun.

  • Ejaan dan istilah teknis12

Tanpa sadar, kita sering menggunakan istilh-istilah teknis yang hanya dimengerti dan dipahami oleh lingkungan sendiri yang sangat terbatas. Padahal kita sedang berkomunikasi dengan khalayak media masa yang sangat heterogen. Ganti istilah teknis itu dengan istilah yang dipahami umum.

  • Gramatika13

Berkomunikasi secra tertulis, jauh berbeda dengan berkomunikasi secra lisan. Bahasa lisan lebih banyak menekankan pengertian. Bahasa tulis lebih menekankan pada struktur dan makna. Tidak boleh lupa bahwa bahasa artikel tunduk kepada bahasa jurnalistik. Gunakan kalimat-kalimat pendek, tegasm jelas, sederhana dan mudah dimengerti.

  • Bobot dan subtansi materi tulisan14

Kita menulis untuk khalayak pembaca. Lantas, kita tidak menulis hanya sekedar memberi tahu, meyakinkan, membujuk atau mempengaruhi mereka. Kita menulis juga sekaligus untuk menunjukan kapasitas dan kreatifitas kita. Maka dari tu, tulisan artikel yang kita buat harus mempunyai nilai yang tinggi.

  • Asunsi dampak yang diharapkan15

Menulis berarti berkomunikasi. Menurut teori, kita kita kan disebut komunikator yang baik apabila kita senantiasa memperhatikan umpan balik (feedback). Komunikasi harus efektif sesuai dengan yang diharpkan. Dalam kerangka inilah, kita membuat peta asumsi dampak yang diharapkan terhadap dan dari khalayak banyak pembaca. Apakah dengan artikel kita yang dimuat pembaca setuju dengan gagasan kita dam memberi dukungan, bersikap netral tapi memahami duduk perkara yang sebenarya atau bahkan menentangnya.

1 Drs. AS Haris Sumadiria, M. Si, Menulis Artikel Dan Tajuk Rencana (Bandung, 2007), hal. 1

2 Ibid. hal. 2

3 Ibid. hal. 20

4 Ibid. hal. 20

5 Ibid. hal. 21

6 Ibid. hal. 21

7 Ibid. hal. 22

8 Ibid. hal. 23

9 Ibid. hal. 23

10 Ibid. hal. 24

11 Ibid. hal. 24

12 Ibid. hal. 24

13 Ibid. hal. 25

14 Ibid. hal. 25

15 Ibid. hal. 25

Posted on Juli 15, 2009, in B. Indonesia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: